journal

Archives

2019

Vol 1, No 6 (2019): HUKUM MENIKAH DENGAN NIAT TALAK

Nikah dengan niat talak menurut ulama jumhur seperti Syafiiah, Malikiah, dan Hanafiah itu boleh berdasarkan dengan dalil naqli dan logika di karenakan niat adalah bahasa hati yang tidak berimplikasi pada hukum. Pernikahan seperti ini adalah pernikahan yang sudah memenuhi kriteria-keteria yang benar baik secara rukun-rukunnya dan syarat-syaratnya. Sedangkan menurut pandangan Imam al-Auzai, al-Mardawi, dan Rasyid Rida pernikahan itu haram berdasarkan pertimbangan analogi (qiyas), bahwa nikah dengan niat talak di analogikan dengan nikah mut’ah dikarenakan hal ini dikaitkan dengan waktu yang menjadi akhir dari sebuah pernikahan. Sementara itu nikah dengan niat cerai ini juga sangat bertentangan dengan maksud dan tujuan dari sebuah pernikahan yang disyariatkan dimana antara keduanya dapat menjalin hubungan rumah tangga yang berkesinambungan, memelihara keturunan, dan menjaga ketentraman dalam rumah tangga, oleh karena itu nikah seperti ini di haramkan untuk menghindari keruskan-kerusakan yang lebih besar.

Vol 1, No 3 (2019): PENDEKATAN PREVENTIF DANKURATIFDALAMMENEKANANGKA KEJAHATANDI MASYARAKAT

Data-data resmi menunjukkan peningkatan angka kejahatan yang semakin meresahkan masyarakat. Dalam situasi seperti ini, kepercayaan masyarakat terhadap hukum dan praktiknya mulai terkikis. Tugas memberantas kejahatan atau mengurangi angkanya, terletak di pundak penguasa sebagai legislator dan juga eksekutor. Namun masyarakat dan unsur-unsur yang berada di dalamnya juga memiliki peran sebagai fasilitator dan inisiator. Tulisan ini mencoba mengulas soal mengatasi kejahatan dari dua pendekatan; preventif dan kuratif.

Kata kunci : angka kejahatan, preventif dan kuratif
Cover Page

Vol 1, No 1 (2019): KONSEP FATWA DALAM PERSFEKTIF HUKUM ISLAM (ANALISIS NORMATIF)

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi dunia Islam yang senantiasa membutuhkan tokoh yang memiliki kualifikasi keilmuan yang mapan. Sehingga diharapkan mampu mendialogkan antara teks-teks syari’at yang bersifat normatif dengan realitas (waqi’) masyarakat muslim yang senantiasa mengalami perkembangan dan perubahan. Dengan demikian, di saat kaum muslimin berharap tetap senantiasa kokoh dalam beragama, juga tetap bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan yang ada di sekitarnya. Terutama hal-hal yang terkait dengan modernitas (sains dan tekhnologi) yang tentunya sedikit banyak mempengaruhi orientasi kehidupan masyarakat secara umum. Sedang rumusan masalah yang menjadi landasan peneliatian ini adalah : pertama, bagaimana sebenarnya hakikat fatwa secara normatif. Kedua, bagaimana kriteria seorang mufti berdasarkan pengarahan Islam dan ketiga, bagaimana ketentuan orang-oang yang meminta fatwa serta hal-hal yang terkait dengan isi fatwa yang diberikan oleh seorang alim ulama.